PROFIL LAWU

PROFIL LAWU

I.DAS SAMIN

A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian

1. Letak, Luas Wilayah dan Batas Penelitian

a. Letak

Letak astronomis adalah letak suatu daerah berdasarkan garis lintang dan garis bujur yang membatasinya. Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1: 25.000 Tahun 2003 lembar 1508–132 Poncol, lembar 1508–131 Tawangmangu, lembar 1408-342 Jumantono, lembar 1408–344 Karanganyar, lembar 1408–341 Sukoharjo dan lembar 1408-343 Surakarta yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), letak Daerah Aliran Sungai Samin secara astronomis berada diantara 7° 35′ 48″ LS – 7° 42′ 25″ LS dan 110° 48′ 03″ BT – 111° 11′ 22″ BT.

Letak administratif adalah letak suatu daerah dalam hubungannya dengan daerah lain di sekitarnya yang dibatasi berdasarkan tata praja atau tata pemerintahan yang ada pada daerah tersebut. Secara administratif DAS Samin berada pada dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo. DAS Samin bagian timur yang merupakan sub DAS bagian hulu berada pada wilayah administratif Kabupaten Karanganyar, DAS Samin bagian timur yang merupakan sub DAS bagian hilir secara administratif berada di Kabupaten Sukoharjo. DAS Samin yang masuk Kabupaten Karanganyar meliputi tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Tawangmangu, Kecamatan Matesih, Kecamatan Jumantono, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Jatiyoso, Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Karanganyar. DAS Samin yang masuk Kabupaten Sukoharjo meliputi lima kecamatan, yaitu Kecamatan Polokarto, Kecamatan Bendosari, Kecamatan Grogol, Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Sukoharjo.

Pembagian wilayah administrasi DAS Samin secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.


Tabel 3. Pembagian Wilayah Administrasi DAS Samin

No.

Kabupaten

Kecamatan

Desa/ Kelurahan

1.

Karanganyar

1. Tawangmangu

1. Desa Tengklik

2. Desa Gondosuli

3. Kelurahan Blumbang

4. Kelurahan Kalisoro

5. Kelurahan Tawangmangu

6. Desa Sepanjang

7. Desa Nglebak

8. Desa Plumbon

9. Desa Karanglo

10. Desa Bandardawung

2. Matesih

1. Desa Girilayu

2. Desa Koripan

3. Desa Karangbangun

4. Desa Pablengan

5. Desa Matesih

6. Desa Dawung

7. Desa Plosorejo

8. Desa Gantiwarno

9. Desa Ngadiluwih

3. Jatiyoso

1. Desa Beruk

2. Desa Wukirsawit

3. Desa Karangsari

4. Karangpandan

1. Desa Bangsri

2. Desa Ngemplak

3. Desa Doplang

5. Jumapolo

1. Desa Jumantoro

2. Desa Kedawung

3. Desa Giriwondo

4. Desa Bakalan

5. Desa Jumapolo

6. Desa Kwangsan

7. Desa Jatirejo

6. Jumantono

1. Desa Tunggulrejo

2. Desa Genengan

3. Desa Sringin

4. Desa Blorong

5. Desa Kebak

6. Desa Ngunut

7. Desa Sedayu

8. Desa Tugu

9. Desa Sambirejo

10. Desa Sukosari

7. Karanganyar

1. Kelurahan Bolong

2. Kelurahan Jantiharjo

3. Kelurahan Tegalgede

4. Kelurahan Lalung

Lanjutan Tabel 3. Pembagian Wilayah Administrasi DAS Samin

No.

Kabupaten

Kecamatan

Desa/ Kelurahan

2.

Sukoharjo

1. Polokarto

1. Desa Genengsari

2. Desa Bulu

3. Desa Polokarto

4. Desa Rejosari

5. Desa Tepisari

6. Desa Kayuapak

7. Desa Mranggen

8. Desa Kenokorejo

9. Desa Jatisobo

10. Desa Wonorejo

11. Desa Kemasan

12. Desa Godog

13. Desa Balakan

14. Desa Ngombakan

15. Desa Karangwuni

16. Desa Bugel

17. Desa Pranan

2. Bendosari

1. Desa Paluhombo

2. Desa Puhgogor

3. Desa Mojorejo

4. Desa Bendosari

5. Desa Mertan

6. Desa Sugihan

7. Desa Mulur

8. Desa Toriyo

9. Kelurahan Jombor

10. Desa Sidorejo

11. Desa Gentan

3. Mojolaban

1. Desa Cangkol

2. Desa Bekonang

3. Desa Wirun

4. Desa Laban

5. Desa Tegalmade

4.Grogol

1. Desa Pandeyan

2. Desa Telukan

3. Desa Parangjoro

4. Desa Kadokan

5. Sukoharjo

1. Kelurahan Gayam

2. Kelurahan Joho

3. Kelurahan Jetis

4. Kelurahan Sukoharjo

5. Kelurahan Combongan

6. Kelurahan Dukuh

7. Kelurahan Sonorejo

8. Kelurahan Bulakrejo

Sumber: Peta RBI Skala 1: 25.000 Tahun 2003 lembar 1508–132 Poncol, lembar 1508–131 Tawangmangu, lembar 1408-342 Jumantono, lembar 1408–344 Karanganyar, lembar 1408–341 Sukoharjo dan lembar 1408-343 Surakarta dari Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal)

b. Luas Wilayah

Luas Wilayah DAS Samin diketahui dengan jalan perhitungan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui media komputer. Berdasarkan perhitungan SIG, diperoleh luas DAS Samin sebesar 32.378,7869 ha, dua pertiga luasnya berada di Kabupaten Karanganyar dan sepertiga luasnya berada di Kabupaten Sukoharjo.

B. POTENSI SUMBERDAYA GUNUNG LAWU

Gunung Lawu memiliki keunikan secara fisiografi, fisiognomi, flora dan fauna (beberapa bersifat endemic), serta memiliki beberapa fenomena yang bernilai sejarah dan spiritual. Fisiografi yang khas di gunung tersebut akan mengakibatkan terjadinya hujan orografis sehingga menyebabkan melimpahnya suplai air untuk beberapa daerah sekitarnya. Selain itu akan terbentuk iklim yang lebih fluktuatif dimana suhu udara merupakan factor utama dalam kemelimpahan dan distribusi tumbuhan. Flora dan fauna yang terdapat di Gunung Lawu memiliki 150 spesies Spermatopyte (angiospermae dan gymnosperm), 77 spesies Crytogamae (pteridophyte/paku/fern), 12 anggrek epifitik, 20 jenis plankton, 12 larva insect, 6 familia mesofauna dan 5 jenis spora endogene bahkan 67 spesies diantaranya berpotensi sebagai obat yang terdiri dari 53 spesies spermatopyta, 13 spesies pterydophyta dan 1 spesies lichens (Sutarno, dkk, 2001; Marsusi, dkk, 2001; Mahajoeno dkk, 2001; Setyawan dan Sugiyarti dkk, 2001; dan Listyowati, 2001).

Secara regional kondisi hidrologi Gunung Lawu merupakan batas bagian timur dan sekaligus merupakan daerah resapan dari cekungan Surakarta serta batas barat dari Cekungan Ngawi-Madiun. Oleh sebab itu kondisi hidrologi di Gunung Lawu sangat mempengaruhi kestabilan air tanah di Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Magetan dan Madiun. Berdasarkan hasil pengukuran Surakarta Urban Development Project (SUDP) Tahun 1998 bahwa potensi mataair (spring) di Gunung Lawu yang masuk Kabupaten Karanganyar saja sebesar 4.140 m3/detik atau 130.559.040.000 m3/tahun.

Gunung Lawu disamping mempunyai potensi sumberdaya fisik-biologi juga mempunyai potensi sosial budaya yaitu sebagai tujuan kunjungan wisata untuk melakukan kegiatan ziarah, meditasi, doa bersama dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat spiritual. Adapun tempat yang menjadikan tujuan kunjungan wisata yang berda di Puncak Gunung Lawu antara lain: Sendang Putri, Sendang Lanang, Sendang Drajat, Kawah Condrodimuko, Telogo Kuning, Sumur Jolotundo, Makam Raden Bagus Bancolo, Pawon Sewu, Kandang Umbaran, Lumbung Selayur, Puncak Cokrosuryo, Kepatihan, Argodalem, Argodumilah, Argo Tiling, dan Selo Pundutan.

Terdapat kearifan lokal (local genius) bagi masyarakat di DAS Samin yang mendukung kelestarian fungsi lingkungan di tempat tersebut.

C. POTENSI BENCANA GUNUNG LAWU.

1. DAS SAMIN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut :

a. Luas penggunaan sawah 15.745,8 Ha (48,63 %), permukiman 8.101,9 Ha (25,02 %), perkebunan 3.601,0 Ha (11,12%), tegalan 3.584,9 Ha (11,07%), semak belukar 1.266,3 Ha (3,90%) dan sungai 78,7 Ha (0,23%).

b. Fungsi kawasan lahan DAS Samin terdiri dari fungsi kawasan lindung luasnya 3.254,21 ha (10,05%), fungsi kawasan lindung setempat 10.826,60 ha (33,44%), fungsi kawasan penyangga 1.629,93 ha (5,03%), fungsi kawasan budidaya tanaman tahunan 1.636,64 ha (5,05%), fungsi kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman 15.031,40 ha (46,42%).

c. Penggunaan lahan aktual DAS Samin yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan lahan pada kawasan lindung sebesar 3.254,21 ha (10,05%), kawasan lindung setempat 10.826,60 ha (33,44%), kawasan penyangga 1.237,77 ha (3,82%) kawasan budidaya tanaman tahunan 1.400,31 ha (4,32%)

d. Parameter kualitas air yang ada pada Sungai Samin tahun 2007 terbukti telah mengalami perubahan konsentrasi dibandingkan tahun 2006. Pada tahun 2006 hanya terdapat parameter BOD dan COD yang melebihi kadar maksimum baku mutu dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 pada bagian hilir saja. Pada tahun 2007 mengalami peningkatan menjadi 4 jenis parameter yang telah melebihi kadar maksimum, yaitu BOD, COD, TSS dan Nitrat. Kandungan BOD melebihi baku mutu kualitas air pada Sungai Samin bagian hulu, tengah dan hilir. Kandungan COD, TSS dan Nitrat melebihi baku mutu kualitas air pada Sungai Samin bagian hilir. Kualitas air Sungai Samin yang parameternya telah melampaui nilai Baku Mutu dalam PP No. 82 Tahun 2001 untuk penggunaan air kelas II, III dan IV adalah nitrit dan BOD.

e. DAS Samin mempunyai 5 Tingkat Bahaya Erosi, yaitu : (1) Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sangat Ringan (SR) mempunyai besar erosi antara 0,001 Ton/Ha/Th – 8,384 Ton/Ha/Th. TBE Sangat Ringan sebarannya paling luas yaitu 22.163,786 Ha (68,487 %) yang tersebar di bagian hilir dan sebagian tengah DAS Samin. (2) Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Ringan (R) mempunyai besar erosi antara 0,018 Ton/Ha/Th – 52,341 Ton/Ha/Th seluas 3.719,420 Ha (11,493 %) yang tersebar di antara bagian hilir dan tengah DAS Samin. (3) Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sedang (S) mempunyai besar erosi antara 0,020 Ton/Ha/Th – 91,998 Ton/Ha/Th seluas 2.330,879 Ha (7,202 %) yang tersebar di bagian tengah DAS Samin. (4) Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Berat (B) mempunyai besar erosi antara 0,241 Ton/Ha/Th – 257,801 Ton/Ha/Th seluas 2.639,904 Ha (8,157 %) yang tersebar di antara bagian tengah dan hulu DAS Samin. (5) Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sangat Berat (SB) mempunyai besar erosi tanah antara 17,013 Ton/Ha/Th – 933,886 Ton/Ha/Th seluas 1.508,143 Ha (4,660 %) yang tersebar di bagian hulu DAS Samin

f. DAS Samin mempunyai lima kelas tingkat bahaya longsorlahan (TBL) yaitu tingkat bahaya longsorlahan sangat ringan (SR), tingkat bahaya longsorlahan ringan (R), tingkat bahaya longsorlahan sedang (S), tingkat bahaya longsorlahan berat (B) dan tingkat bahaya longsorlahan sangat berat (SB) yang masing-masing mempunyai luas 8.472,69 Ha (26,18%), 6.363,4 Ha (19,66%), 10.557,07 Ha (32,62%), 6.337,181 Ha (19,58 %) dan 631,79 Ha (1,95%). Hasil ini menunjukan bahwa daerah penelitian mempunyai variasi tingkat kerentanan gerakan masa tanah dengan luasan terbesar terdapat pada kelas tingkat bahaya longsorlahan sedang (S).

g. Berdasarkan kondisi fisik di lapangan saat ini maka sebagian besar ( 57,11 %) lahan-lahan di daerah penelitian dinilai tidak layak secara aktual untuk pengembangan secara langsung dari jenis tanaman padi, jagung dan ketela pohon. Faktor penghambat yang dominan adalah kondisi perakaran, ketersediaan hara, potensi mekanisasi dan tingkat bahaya erosi.

h. Hasil penelitian menunjukan bahwa di DAS Samin lahan yang telah sesuai dengan kemampuan lahannya mempunyai luas persebaran 23.205,03 Ha (71,7%) dengan rincian lahan yang mempunyai besar erosi tidak melebihi erosi wajar seluas 13.614,254 Ha (42,07 %) dan lahan yang telah sesuai dengan penggunaan lahannya 9.584,787 Ha (29,62%).

i. Petani sayur-sayuran di Kecamatan Tawangmangu seluruhnya menerapkan pola tanam ganda (multiple cropping). Pola tanam ganda yang diterapkan yaitu tanaman sisipan sebanyak 18 petani (60 %), tumpang sari sama umur sebanyak 10 petani (33,34 %) dan tanaman beruntun sebanyak 2 petani (6,66 %). Panen raya tanaman wortel terjadi pada April, Agustus dan Desember. Bawang merah dan bawang putih pada Maret, Juli dan November, serta panen raya loncang pada Maret, Juni, September dan Desember.

j. Perbedaan pola tanam sayur-sayuran yang diterapkan akan mempengaruhi pendapatan petani. Pada lahan seluas 1.000 m² dengan pola tanam dan jenis sayur-sayuran yang berbeda dalam satu tahun menunjukkan hasil bahwa jenis sayur-sayuran wortel dan bawang merah dengan pola tanam tumpang sari memberikan hasil terbaik yaitu Rp 9.502.500,00, sedangkan jenis sayur-sayuran wortel, loncang dan bawang putih dengan pola tanam tanaman sisipan memberikan hasil Rp 6.432.000,00 dan jenis sayur-sayuran wortel, sawi dan jagung kuning dengan pola tanam tanaman beruntun memberikan hasil Rp 5.690.000,00.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: